Pelatihan mendongeng dan bercerita bagi anak yang diikuti 48 peserta
di Perpustakaan Umum Kota Malang terbilang sukses dan mendapat apresiasi
dari peserta, karena pada kenyataannya dunia dongeng merupakan dunia
yang menakjubkan terutama bagi anak-anak, transfer nilai-nilai yang
terkandung dalam sebuah dongengan dapat lebih mudah dimengerti.
Sayangnya masih banyak orang yang belum mengetahui teknik mendongeng
yang baik, sehingga harapan positif dari kegiatan mendongeng menjadi
sia-sia bahkan membosankan.
Kak Azis, sebagai salah satu pemateri dalam pelatihan ini
menyampaikan ke peserta bahwa semua orang bisa menjadi pendongeng yang
baik, terutama bagi kalangan pendidik baik di pendidikan formal maupun
non formal. Mendongeng merupakan keterampilan berbahasa lisan yang
bersifat produktif yang menjadi bagian dari keterampilan berbicara,
jadi tidak ada alasan seorang guru tidak bisa mendongeng. Mendongeng
dapat dijadikan media dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Sekaligus dalam kesempatan tersebut Kak Azis menampilkan kelihaiannya
menirukan berbagai suara disertai bahasa tubuh yang sangat digemari
anak-anak, ada suara alam, suara binatang ada suara orang terkejut,
marah senang, tertawa dan masih banyak lagi atraksi yang disajikan.
Benar-benar membuat tertegun para guru PAUD dan TK meski mereka setiap
hari berhadapan dengan anak-anak. Kak Azis juga menyampaikan bahwa dunia
anak-anak adalah dunia imajinasi, maka ketika mendongeng di depan
anak-anak harus percaya diri, mampu menguasai imajinasi anak-anak, dan
mampu improvisasi ketika ada anak yang tidak bisa diam mengganggu teman
lainnya.
Selain Kak Azis pendongeng dari Kota Malang, didaulat pula pendongeng
Nasional lainnya, yaitu Kak Nitnit dari Surabaya yang sama-sama
memiliki jam terbang tinggi seperti Kak Azis. Banyak tip dan trik yang
disampaikan oleh Kak Nitnit, baik berdasarkan pengalaman maupun kajian
psikologi anak. Jebolan Piskolog dari Perguruan Tinggi Surabaya itu tak
lupa memberikan teknik bagaimana meredam anak rewel ketika mendengarkan
dongeng, anak introvet atau pendiam untuk dapat aktif.
Terakhir, yang paling menarik adalah praktika mendongeng yang dipandu
oleh Bunda Bofa Dewi, pendongeng dari Perpustakaan Umum Kota Malang
yang sehari-harinya melayani di ruang baca ramah dan layak anak. Diawali
dengan senam anti kantuk, menyanyikan lagu ciptaan Bunda Bofa dan
terakhir penampilan dari peserta untuk menunjukkan kemampuan dongengnya.
Sebuah kalimat yang patut dijadikan catatan dalam mendongeng anak
adalah tulus, kreatif, imajinatif, sabar dan telaten. (santoso)
LINK di FACEBOOK: Berita di Facebook kami